http://picasion.com/

Selasa, 12 Maret 2019



















Baritana-Bontang: Membuat roti atau kue bisa dibilang pekerjaan yang susah susah gampang. Kadang kala kita membuatnya sudah mengikuti resep namun hasilnya malah kue atau roti menjadi bantet, telalu padat bahkan ada saja yang gosong di bagian bawahnya.

Karena sekali lagi membuat kue itu tidak lah mudah! Selain resep banyak juga yang perlu anda ketahui misalnya bagaimana cara mengaduk adonan yang benar serta cara memanggang adonan. Kedua hal tersebut lah yang membuat kue atau roti kadang kala gagal.
                                      
Rinda Cake House, Cafe Resto yang berada di Jl. Imam Bonjol Kelurahan Bontang Utara, yang sudah tidak asing lagi bagi warga Kota Bontang yang terkenal dengan menu masakan restonya dan cake-nya, di percaya oleh Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM MELATI) Bontang, untuk melatih keterampilan membuat roti bagi 20 peserta, pada hari rabu (14/11) Kemarin.



Para peserta pun mendapatkan materi  dari Rinda Cake House, antara lain. Pengenalan bahan-bahan pembuat roti, pengenalan teknologi mesin pembuat kue dan roti yang digunakan, seperti mixer roti, oven roti, proofer roti dan pemotong roti.
Lebih dari itu Peserta kursus pun dibekali pengetahuan mengenai bagaimana peluang bisnis cake and bakery. Sehingga para peserta bisa mengetahui keuntungan dari modal yang di keluarkan.
Kursus roti dan kue sekarang ini adalah salah satu pelatihan yang sangat diminati oleh masyarakat seiring dengan semakin tenarnya usaha kue dan roti kekinian yang digeluti sebagian ibu-ibu rumah tangga. Melihat semakin nge-trennya bisnis tersebut, banyak orang berlomba-lomba menambah keahlian membuat roti mereka dengan berbagai cara.

 Suleiman Lussy, Ketua PKBM-MELATI Bontang, ketika di wawancara oleh Baritana,net. PKBM-MELATI merupakan salah satu lembaga yang  di Kota Bontang yang di tunjuk oleh Pemkot Bontang untuk mengadakan kegiatan berwirausaha bagi masyarakat Kota Bontang, sehingga masyarakat bisa mendapapatkan keahlian dan bisa berwirausaha nantinya, Kata Suleiman.

 Menurut  Suleiman, Rinda Cake House, merupakan salah satu resto yang ada di Kota Bontang dimana ownernya sendiri merupakan ahli di bidang cake yang bersertifikasi. Lebih lanjut Suleiman menyebut bahwa setelah kami bekerjasama dengan Rinda Cake House, para peserta bisa mendapatkan ilmu cara membuat roti yang benar dan bisa di praktekan di rumahnya masing-masing, Harapnya.

 Suleiman menambahkan, kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun tema pelatihan ini adalah cara membuat “ROTI KASUR SOBEK UNYIL.”

 Dari 20 peserta yang ada, 10 peserta merupakan warga dari Kelurahan Bontang Lestari dan 10 peserta gabungan warga dari Kelurahan- kelurahan  yang ada di Bontang kota, Pungkasnya.
 Dari pantauan Baritana.net, Peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi materi yang di berikan oleh Rinda yang juga sekaligus ownernya Rinda Cake House. Salah satu peserta dari Kelurahan Bontang Lestari, Mariyam (55 tahun). Mengungkapkan, “Senangnnya mendapatkan pelatihan ini bisa menambah ilmu cara membuat roti kasur sobek unyil.” Kata Mariyam.

Selain itu, lanjut Mariyam. Tempatnya nyaman, cara menyampaikan materinya juga jelas dan pokoknya asyik, dan saya sangat mengapresiasi kepada PKBM-MELATI Bontang yang sudah memberikan pelatihan ini, Ungkapnya.

 Di sesi akhir acara pelatihan, para pesertapun  membawa pulang roti yang menjadi materi pelatihan tersebut . Rinda yang juga owner dari Rinda Cake House, mengucapkan terimakasih bisa bekerjasama dan kepercayaan terhadapnya bisa memberikan pelatihan ini, semoga bisa bermamfaat dengan ilmu yang sudah saya berikan, pungkasnya.




Senin, 09 Oktober 2017 00:15

Terkait Komunikasi Efektif Orang Tua kepada Anak




ABADIKAN MOMEN: Seluruh peserta sosialisasi berfoto bersama usai mendapatkan ilmu seputar komunikasi efektif, Sabtu lalu.(RERA ANNORISTA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati kembali menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga bagi orang tua. Mengusung tema “Komunikasi yang Efektif”, dilakukan di Sekretariat PKBM, Jalan Gandaria, Tanjung Laut, Sabtu (7/10) lalu. Hadir sebagai pembicara Anwar Hadi selaku Pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang serta 25 peserta dari Satuan PAUD Sejenis (SPS) atau guru-guru PAUD Kota Taman.

Ketua PKBM Melati Bontang Sulaiman Lussy menjelaskan kegiatan lanjutan ini bekerjasama dengan Disdik Bontang, Direktorat Jendral Pembinaan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Nasional Pusat. Adapun tujuan sosialisasi pendidikan ini untuk memperbaiki pola komunikasi keluarga, antara orang tua dengan anak.

Diharapkan, nantinya komunikasi di lingkungan keluarga dapat berdampak positif melalui komunikasi efektif. Orang tua dapat memahami cara mendidik anak dengan baik agar kedepannya menghasilkan anak-anak yang sukses, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Anak tidak lagi merasa dikucilkan, orang tua pun dapat menggiring anak-anaknya berprestasi melalui komunikasi yang positif. Sebab selama ini, banyak kasus, anak melakukan kesalahan dianggap nakal,” ucapnya.

Sementara itu, dalam materinya, Anwar Hadi menjelaskan terkait cara membangun komunikasi efektif dengan anak melalui berbagai hal. Diantaranya, membuka pintu agar anak dapat berbicara lebih banyak, berkomunikasi dengan posisi tubuh sejajar serta melakukan kontak mata, berbicara jelas dan singkat agar anak mengerti.

Selain itu, gunakan bahasa (kata-kata) yang positif (hindari kata jangan, dapat merefleksikan atau memantulkan perasaan dan arti yang disampaikan. Juga memperhatikan bahasa tubuh anak, dan menerima perasaan anak.

“Keterampilan utama yang harus dikuasai oleh orang tua agar menghasilkan komunikasi efektif dengan membuka pintu. Memungkinkan anak berbicara banyak. Menjadi pendengar aktif. Penuh perhatian serta beri respond,” paparnya.

Pengasuhan positif kepada anak, komunikasi efektif, serta memberikan pendidikan kepada anak dari usia dini mengutamakan unsur pendidikan karakter. Ia pun mengimbau kepada orang tua, agar dapat mendidik anak-anaknya dengan bahasa yang baik juga bagaimana menerapkan kedispilinan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Jika menemukan masalah yang berhubungan dengan pendidikan, silahkan melapor kepada Disdik Bontang atau berkonsultasi melalui sekolah,” himbau Anwar. (ra/sos





















PENYERAHAN: Tim assessor BAN PAUD – PNF Provinsi Kaltim Kholid M.Pd memberikan berkas kelengkapan PKBM yang telah di aktreditasi. Diterima Pimpinan PKBM, Sulaiman Lussy, Jum’at (18/11) lalu. (Ist)

PROKAL.CO, Peran dan fungsi pendidikan jalur non formal semakin dirasakan penting oleh masyarakat, hal ini sejalan dengan maraknya lembaga penyelenggara Pendidikan Non formal (PNF) di berbagai pelosok tanah air.  Pelaksanaan akreditasi pada program dalam satuan tidak hanya diterapkan pada jalur pendidikan formal yang diselenggarakan oleh sekolah, tetapi juga pendidikan non formal termasuk PKBM.

Akreditasi PKBM Melati yang beralamatkan di Jalan Gandaria, RT 32 Bukit Indah Bontang, dilaksanakan Jumat (18/11) lalu, oleh  tim assesor BAN PAUD – PNF Provinsi Kaltim yaitu Bapak Kholid, M.Pd dan Bapak Sugito, M.Pd. Telah memvisitasi PKBM Melati, berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala.

Tujuan dari  akreditasi pendidikan non formal ialah, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan non formal, pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Adapun akreditasi di PKBM Melati yaitu, program kesetaraan paket B, sedangkan program kesetaraan paket C Alhamdulillah telah terakreditasi pada tahun 2012 oleh BAN PNF Pusat, yang mana satu satu program kesetaraan paket C yang ada di kota Bontang.

Pelaksanaan akreditasi terhadap program dan satuan PNF akan memberi manfaat, yakni menyempurnakan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dari program dan pendidikan non formal. Selain itu, meningkatkan mutu program dan satuan pendidikan non formal, serta  memanfaatkan semua informasi hasil akreditasi sebagai umpan balik, dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan kinerja program dan satuan pendidikan nonformal. Bahkan melalui program ini bisa memperoleh informasi yang handal dan akurat, dalam rangka masyarakat pembelajar pendidikan non formal memperoleh dukungan berupa pembinaan dari pemerintah dan apresiasi dari masyarakat.

Setiap satuan pendidikan dan programnya yang telah memperoleh status terakreditasi, selanjutnya harus memperhatikan ketentuan masa berlaku. Status akreditasi setiap program atau satuan pendidikan non formal adalah 5 (lima) tahun dan setelah itu dapat mengajukan permohonan kembali untuk diakreditasi, permohonan re-akreditasi diajukan sekurang – kurangnya 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya masa berlaku status akreditasi. (*/kor)

Penulis: Pipin Bagiati ( Penggiat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Formal)

Iklan

Hanya dengan Rp40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp 40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!
Hanya dengan Rp 40.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!

Popular Posts

Recent Posts